Bisnis Reseller vs Dropship vs Distributor

Bisnis Reseller vs Dropship vs Distributor, Lebih Untung Mana?

Bisnis Reseller vs Dropship vs Distributor – Sekarang ini bisnis online kian marak. Beberapa bisnis tersebut di antaranya usaha menjadi reseller, dropship, atau distributor. Untuk mengetahui mana yang lebih untung, tidak jarang orang membandingkan bisnis reseller vs dropship vs distributor

Bisnis Reseller vs Dropship vs Distributor

Menurut Anda, Dari ketiga bisnis tersebut lebih menguntungkan yang mana? Tidak perlu bingung jawabannya, mari simak selengkapnya berikut

1. Pengertian 

Barangkali Anda biasa mendengar istilah reseller, dropship, maupun distributor. Namun, ketiga profesi tersebut tidaklah sama. 

Artikel Terkait:  Kumpulan Kata-Kata Motivasi Bisnis Online Yang Membakar Semangat!

Reseller merupakan pihak yang bertugas menjual barang secara langsung pada konsumen.

Dropship merupakan sistem penjualan online yang membantu produsen memasarkan produk. Seseorang yang menjalankan profesi ini disebut dropshipper dan dikenal pula sebagai pihak ketiga. Dropshipper hanya berperan sebagai perantara saja ke konsumen. 

Sementara distributor merupakan pihak yang menjadi rantai pertama dalam pemasaran setelah produsen. 

2. Tugas

Apakah masih bingung pengertian antara reseller vs dropship vs distributor? Santai aja, secara intinya barang yang langsung dari produsen dijual oleh distributor. Reseller berperan sebagai pemasar atau rantai akhir yang akan menjual pada konsumen.

Sedangkan dropshipper hanya sebagai perantara yang menjual barang antara produsen dengan pembeli. Apabila ada pesanan, pihak produsen lah yang bertugas menyediakan barang tersebut pada konsumen. Bisa dikatakan dropshipper sekadar sebagai jasa penjualan tersebut.

Artikel Terkait:  8 Ide Bisnis Online Kekinian Dengan Modal Minim

3. Keuntungan

Ditinjau dari segi keuntungannya, bisnis reseller vs dropship vs distributor sebenarnya tidak jauh berbeda. Hal tersebut tergantung dari keuntungan yang diambil dan harga yang diperoleh dari pihak produsen.

Namun, khusus dropship memang komisi atau keuntungan yang diperoleh ditentukan dari kesepakatan dengan produsen. Umumnya, dropshipper memperoleh komisi 10-20% dari setiap produk yang terjual.

Sementara reseller dan distributor memiliki peluang lebih besar jika menjual produk tersebut dengan harga yang lebih tinggi, tapi harga belinya sangat murah. Apalagi jika pembelian dari produsen dilakukan dalam jumlah banyak, biasanya harganya akan lebih murah. 

Meski demikian, dropshipper juga sangat menguntungkan apabila jumlah barang yang terjual banyak maka komisi kian besar. Selain itu, dropshipper tidak harus susah payah mengirimkan produk ke konsumen sehingga irit modal.

Artikel Terkait:  Buku Belajar Bisnis Online: Pastikan Membacanya!

4. Modal

Lalu, bagaimana jika dilihat dari segi modal? Memang perlu diakui bahwa modal yang dibutuhkan seorang reseller dan distributor cukuplah besar dibandingkan dropshipper. Dropshipper hanya butuh gadget, pulsa atau kuota internet saja. 

Sebaliknya, distributor dan reseller perlu menyiapkan dana besar untuk menyediakan produk dalam jumlah besar. Hal ini bertujuan agar diperoleh harga yang lebih terjangkau dengan cara membeli produk secara besar-besaran. 

Ditambah lagi, baik distributor ataupun reseller juga perlu biaya packaging apabila produk tersebut dijual secara online. Dengan begitu modal yang dibutuhkan akan bertambah, tapi hal tersebut dapat ditutupi dari besarnya selisih harga yang dipatok dari produsen ke pembeli.

Artikel Terkait:  Memulai Bisnis Online Shop: Pastikan Tahu Strateginya!

5. Resiko

Setiap bisnis pasti memiliki resikonya masing-masing. Bisnis reseller, dropship, dan distributor pun sama. Reseller dan distributor dinilai mempunyai resiko yang lebih besar dibandingkan dropshipper. 

Hal tersebut dikarenakan dropshipper tidak perlu menyetok barang dalam skala besar sehingga apabila tidak laku, maka tidak rugi besar. 

Sekian info mengenai reseller vs dropship vs distributor yang dapat menjadi referensi dan semoga mempermudah pemahaman Anda akan ketiganya. Dalam memilih bisnis tersebut, disarankan sesuai kapasitas agar mampu menjalankannya tanpa terbebani biaya atau skill.